Legenda Yeti
Yeti yang disebut sebagai Manusia Salju Liar telah menjadi
legenda di daerah Himalaya. Dari dahulu sampai sekarang banyak cerita orang
yang hilang di daerah pegunungan Himalaya, dipercaya mereka telah diculik oleh
Yeti. Tombazzi melaporkan telah melihat
hewan besar mirip manusia 300 yard dari Sikkim.Walaupun banyak yang telah
melapor melihat yeti, tidak ada bukti yang menunjukan dia ada. Daerah tempat
terlihatnya yeti sangat curam dan landai sehingga sulit diadakan investigasi.
Legenda Bigfoot
Legenda Dracula
Dracula adalah vampir yang suka menggoda dan menghisap darah
gadis muda yang menarik. Count Dracula lahir di abad ke 15-an di Rumania.
Kastil Dracula terletak di Bucharest utara di pegunungan Carpathian.
Legenda Scylla
Scylla menurut legenda Yunani, adalah seekor makhluk yang
memiliki 6 kepala dan 12 kaki. Scylla dipercaya bahwa tadinya dia adalah
seorang penyihir air yang kemudian dirubah menjadi monster oleh Circe. Setelah
diubah menjadi monster, dia menghabiskan hidupnya untuk membalas dendam kepada
pelaut yang lewat di laut.
Legenda Unicorn
Unicorn adalah seekor kuda putih yang memiliki tanduk
dikepalanya. Unicorn sangat maskulin tetapi juga sangat feminim. Unicorn juga
menjadi simbol kesucian dan hubungan spiritual. Unicorn memiliki tubuh yang
besar, lebih besar dari ukuran kuda biasa. Unicorn adalah satu-satunya makhluk
legenda yang tidak menakuti manusia, dan biasanya digambarkan sebagai makhluk
yang halus. Diceritakan sangat tidak mungkin untuk menangkap unicorn. Tanduknya
dikatakan dapat menetralkan racun. Unicorn pertama kali diketahui ketika masa
peradaban lembah Indus (3300-1700SM).
Legenda Phoenix
Phoenix adalah burung legenda yang mirip seekor elang tapi
memiliki warna merah menyala seperti api yang terbang diangkasa. Phoenix
disebut berasal dari matahari. Phoenix adalah burung api mitologi dari Mesir
kuno dimana digambarkan sebagai burung yang mati oleh api dan dilahirkan
kembali dari api. Biasanya digambarkan mempunyai bulu emas dan merah. Pada
akhir kehidupannya, Phoenix diceritakan membangun sarang dari ranting kayu
manis dimana kemudian terbakar. Burung musnah oleh api tapi kemudian Phoenix
baru yang masih muda muncul dari api yang sama. Diyakini masa hidup Phoenix
adalah 500-1461 tahun. Air mata Phoenix diyakini bisa menyembuhkan luka.
Legenda Giant
Giant atau raksasa digambarkan sebagai monster yang
mempunyai kekuatan luar biasa dan ukuran lebih besar dari manusia. Mereka
muncul di Alkitab (dalam cerita Raja David dan Goliath). Dalam mitologi mereka
seringkali digambarkan mempunyai konflik dengan dewa-dewa dan biasanya
dihubung-hubungkan dengan kekacauan dan alam bebas. Mereka muncul sama awalnya
dengan kebudayaan Yunani kuno dimana mereka dikenal dengan nama gigantes,
makhluk yang lahir dari Gaia yang dibuahi dengan darah Uranus ketika dia
dikebiri.
Legenda Argus
Panoptes
Merupakan sosok laki-laki yang mempunyai mata banyak. Pada
awalnya dikatakan ia mempunyai 4 mata, tapi kemudian dikatakan mempunyai
ratusan mata. Ia banyak diceritakan dan muncul dalam banyak cerita petualangan.
Dia membunuh banteng yang mempora-porandakan Arcadia. Dia membunuh Satyr karena
mencuri sapi. Dia membunuh Echidna. Dia membalas dendam kematian Apis. Argus
dibunuh oleh Hermes, ketika ia menjaga Io untuk Hera. (@gambar yg
bintik-bintik).
Legenda
Hecatoncheires
Photobucket Hecantoncheires
berarti “seratus tangan”. Mereka besar sekali, mempunyai 50 kepala dan seratus
tangan yang mempunyai kekuatan hebat. Ada 3 makhluk ini yaitu: Briareus yang
juga dipanggil Aegaeon, Cottus, dan Gyges yang juga dipanggil Gyes. Mereka
lahir dari Gaia dan Uranus. Karena hubungan mereka yang buruk dengan Uranus,
maka mereka dipaksa Uranus untuk kembali lagi kedalam rahim Gaia.
Hal ini menyebabkan pemberontakan
Gaia terhadap Uranus. Ketika Cronus mempunyai kekuatan ia memenjarakan mereka
di Tartarus. Mereka dibebaskan oleh Zeus dan bertarung bersama Zeus melawan
Titans. Mereka bisa melemparkan batu-batu yang sangat besar 100 kali lebih
banyak daripada lawannya. Salah satu dari mereka Briareus menjadi penjaga Zeus.
Legenda Chrysaor
Chrysaor merupakan saudara dari Pegasus. Sedikit yang dapat
diketahui dari Chrysaor tetapi kemudian ia dikenal sebagai prajurit yang
berhati kuat dan gagah berani. Namanya berarti pedang emas. Dia berayahkan
Geryon. Penampilannya tidak diketahui, tetapi berdasarkan cerita ia tidak
terlihat sebagai pada umumnya. Dia kemungkinan sebesar raksasa.
Legenda Jenglot
Beberapa tahun lalu, sekitar
akhir tahun 1997, tiba-tiba saja ada “makhluk” misterius yang jadi pembicaraan.
Perawakannya kecil dengan tubuh tak lebih dari 12 cm dan rambutnya yang
panjang, jarang dan kaku melewati kaki. Makhluk itu dinamakan jenglot.
Kabarnya, jenglot itu bukan benda
mati. Konon ia hidup, namun tak ada yang pernah tahu kapan bergerak. Konon,
makhluk misterius itu selalu menghabiskan darah manusia yang dicampur minyak
japaron. Namun, sekali lagi, tak ada yang tahu kapan ia menenggaknya. Menurut
Hendra, dalam menyantap sajiannya itu, jenglot tak menggunakan cara seperti
yang dilakukan manusia pada umumnya. Yang jelas, dalam setiap 18 jam, sebanyak
3 cc darah dan minyak wangi yang disajikan akan berkurang sekitar 50 persen
sampai 60 persen.
Jenglot pada masa ribuan tahun
lalu adalah manusia (seorang pertapa) yang tengah mempelajari ilmu Bethara
Karang. Ilmu Bethara Karang diyakini sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap
orang yang memiliki ilmu tersebut akan hidup abadi di dunia. “Namun, akibat
kutukan, jasad jenglot tidak diterima di dunia sedangkan rohnya tidak diterima
di akherat. Maka roh tersebut seperti terpenjara dalam jasad kecil ini,” kata
Hendra. Setelah itu, sang pertapa menjadi emosional dan merasa sebagai jawara.
Tak pelak, tubuhnya pun menyusut, hingga ajhirnya mengecil. Empat taring
kemudian tumbuh memanjang, tak sebanding dengan lebar mulutnya. Katanya, itu
sebagai lambang keganasan dan sifat liar sang “monster”.
Legenda Kuntilanak
Kuntilanak (bahasa Melayu:
puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil
yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak
tersebut belum sempat lahir. Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan
besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”. sebenarnya
disamping kuntilanak itu kepercayaan orang melayu dan thailand kita dapat
menemuinya dlm cerita2 rakyat yg ada di negara lain di dunia. misalnya: banshee
di daratan eropa (kalo di inggris ada yang namanya Jenny Greenteeth (lucu juga
namanya)). klo kita lihat ciri2nya, banshee dan kuntilanak sangat mirip:
1. tertawa melengking
2. menangis
3. suka puing2 bangunan ato yg
setengah jadi
4. sering bertempat di muara
sungai ato pinggiran danau ato kolam
5. menyukai daging anak2 (makanya
sering dibilang mereka suka menculik bayi)
Dalam folklor Melayu, sosok
kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang.
Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas.
Kuntilanak sewaktu muncul selalu
diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa
dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak
juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil. Dalam cerita seram dan
film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan
cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir. Agak berbeda dengan
gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki
lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang
memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel
bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat
“bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut
“waru doyong”).
Penangkal : Berdasarkan
kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu
wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila
bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan
meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.
Menurut kepercayaan masyarakat
Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak.
Ketika kuntilanak menyerang, paku
ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam
kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa
bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.
Legenda Leak
Dalam mitologi Bali, Leak adalah
penyihir jahat. Le artinya penyihir dan ak artinya jahat. Leak hanya bisa
dilihat di malam hari oleh para dukun pemburu leak. Di siang hari ia tampak
seperti manusia biasa, sedangkan pada malam hari ia berada di kuburan untuk
mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang digunakannya untuk membuat ramuan
sihir. Ramuan sihir itu dapat mengubah bentuk leak menjadi seekor harimau,
kera, babi atau menjadi seperti Rangda. Bila perlu ia juga dapat mengambil
organ dari orang hidup.
Diceritakan juga bahwa Leak dapat
berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepala
tersebut. Leak dikatakan dapat terbang untuk mencari wanita hamil, untuk
kemudian menghisap darah si bayi yang masih di kandungan. Ada tiga leak yang
terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki.
Menurut kepercayaan orang Bali,
Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah
embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi
babi atau bola api, sedangkan bentuk Leyak yang sesungguhnya memiliki lidah
yang panjang dan gigi yang tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak
hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali.
Apabila seseorang menusuk leher
Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka
Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah
pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Topeng leak dengan gigi yang
tajam dan lidah yang panjang juga terkadang digunakan sebagai hiasan rumah.
Rangda adalah ratu dari para leak
dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan
memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong,
yang merupakan simbol kekuatan baik.
Diceritakan bahwa kemungkinan
besar Rangda berasal dari ratu Manendradatta yang hidup di pulau Jawa pada abad
yang ke-11. Ia diasingkan oleh raja Dharmodayana karena dituduh melakukan
perbuatan sihir terhadap permaisuri kedua raja tersebut. Menurut legenda ia
membalas dendam dengan membunuh setengah kerajaan tersebut, yang kemudian
menjadi miliknya serta milik putra Dharmodayana, Erlangga. Kemudian ia
digantikan oleh seseorang yang bijak. Nama Rangda berarti juga janda.
Rangda sangatlah penting bagi
mitologi Bali. Pertempurannya melawan Barong atau melawan Erlangga sering
ditampilkan dalam tari-tarian. Tari ini sangatlah populer dan merupakan warisan
penting dalam tradisi Bali. Rangda digambarkan sebagai seorang wanita dengan
rambut panjang yang acak-acakan serta memiliki kuku panjang. Wajahnya
menakutkan dan memiliki gigi yang tajam.
Legenda Elf
Elf adalah makhluk yang lahir
dari mitologi Jerman. Elf biasanya berwujud manusia yang sangat kecil dan
biasanya mempunyai tugas sebagai dewa kesuburan, biasanya dalam penggambarannya
Elf adalah seorang pria muda atau wanita muda yang sangat cantik yang tinggal
di hutan dan bawah tanah. Mereka digambarkan dengan keistimewaan yaitu hidup
abadi dan kekuatan sihir.
Legenda Frankenstein
Frankenstein Monster dari Alam
Mimpi. Sosok monster ini dihidupkan oleh Dr Victor Frankenstein. Seorang
mahasiswa kedokteran yang melakukan eksperimen terlarang untuk membuktikan
bahwa manusia bisa diciptakan dengan teknologi dan pemahaman mendalam akan ilmu
kedokteran. Semua berawal dari keingintahuan, rasa penasaran, dan antusiasme
masa muda akan ilmu pengetahuan. Terkejut melihat eksperimen profesornya, ia
pun tergerak untuk menyempurnakan. Dr Victor Frankenstein pun terobsesi pada
upaya untuk menciptakan sosok manusia sempurna. Ia pun menggunakan organ otak
profesornya (yang baru saja meninggal), mengumpulkan potongan tubuh dari
sejumlah jenazah yang masih baru, menjahit potongan-potongan itu dalam satu
tubuh, dan menciptakan sesosok makhluk yang diyakininya akan menjadi manusia
sempurna hasil rekayasa eksperimennya.
Setelah mengurung diri selama
berhari bahkan berminggu-minggu mengerjakan eksperimen itu, Victor terkejut
ketika makhluk eksperimennya yang dibangkitkan dengan energi listrik dari petir
dan belut listrik itu ternyata menjadi sesosok makhluk buruk rupa, ia tak
menyangka bahwa ia baru saja menciptakan “sesosok Iblis!”. Monster ini kemudian
dikenal sebagai “FRANKENSTEIN”… walaupun itu penyebutan yang salah. Monster itu
sebenarnya tanpa nama, tidak pernah diberi nama oleh penciptanya, dan menjadi
makhluk asing yang mencari jati dirinya! Ia sebenarnya tidak tahu mengapa ia
ada dan untuk apa ia diciptakan. Dalam pencariannya itu sang monster justru ia
menjadi teror menakutkan sejumlah orang, terutama bagi penciptanya sendiri: dr
Victor Frankenstein!
Frankenstein, merupakan cerita
yang mungkin sudah akrab bagi kita. Kisah yang pernah populer dalam bentuk
novel dan film sejak pertama kali dipublikasikan dalam sebuah buku terbitan
1818. Novel yang menggemparkan dan laku keras dipasaran hingga abad 20. Sebuah
kisah yang berbau sains fiksi, menyentuh aspek kebudayaan, dan mengguncang
emosi dalam bentuk horor. Begitu terkenalnya kisah tersebut, namun hanya
sedikit yang tahu bahwa cerita berjudul “Frankenstein – The Modern Prometheus”
karya Mary Shelley itu ternyata dilandasi pengalaman pribadi yang menyeramkan
yang dipadu dengan studi literatur, imajinasi liar, dan impian seorang muda
usia 19 tahun.
Kisah besar itu berawal dari
pengalaman nyata Mary Wollstonecraft Godwin (Mari Shelley) pada suatu musim
panas tahun 1816 di sebuah kastil di tepi Lake Geneva, Swiss. Kastil itu adalah
kediaman seorang penyair ternama Lord Byron. Kala itu Mary (masih 19 tahun) dan
kekasihnya penyair Inggris Percy Shelley berkunjung ke sana atas undangan Lord
Byron.
Malam itu cuaca buruk dengan
hujan lebat, petir dan badai mengganas di luar tembok bangunan batu yang sudah
tua. Ketiga seniman tulis itu berkumpul di dekat perapian. Mereka berbincang
santai dalam temaran kehangatan dan nyala api yang meliuk-liuk.
Cuaca buruk membuat mereka jenuh,
karena tak bisa beraktivitas di luar. Maka pada suatu malam, Byron menantang
kedua tamunya untuk menulis sebuah cerita mencekam, masing-masing satu tulisan.
Ketiganya pun sepakat dan memulai kegiatan menulis mereka di sana untuk mengisi
waktu.
Pada suatu malam dengan badai
yang masih menderu di luar sana, Mary yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun
akibat gangguan mimpi buruk. Ia kaget bukan kepalang manakala mendengar petir
mendentum di luar sana. Keringat membanjir di tubuhnya. Mimpi buruk itu seolah
nyata baginya, begitu hidup dan menakutkan.
Setelah bisa menguasai dirinya,
Mary pun meraih kertas dan pena. Menjelang subuh hari itu ia jemarinya mulai
menulis di bawah temaram lampu yang bersinar remang-remang. Ia menuliskan
detail mimpinya itu dalam sebuah cerita.
Begini kira-kira sebagian
kutipannya: “Saat merebahkan kepalaku di atas bantal, aku tak bisa tidur
apalagi berpikir… Aku melihat sepasang mata, dengan tatapan yang pedih. Aku
melihat seorang mahasiswa yang pucat sedang berlutut diam di samping sesuatu.
Aku melihat sesosok bayangan seorang lelaki yang meregang didekatnya, lalu
mesin besar di ruangan itu menunjukkan reaksi adanya tanda-tanda kehidupan,
panel-panel yang bergerak sebagai penunjuk adanya sebuah reaksi dari sosok di
samping mahasiswa itu. Sungguh menakutkan, sebuah kekuatan yang luar biasa
sebagai akibat usaha keras seorang manusia untuk membentuk sesuatu cipataan
yang menakjubkan di dunia!”
Dan Mary memenangkan pertaruhan
di antara ketiganya. Karangan yang berasal dari mimpi buruknya itu pun kemudian
ditulis dalam bentuk novel yang diterbitkan dua tahun
kemudian. Dan melegenda sebagai
kisah Frankenstein hingga hari ini!.
Legenda Batara Guru
Sejarah pewayangan menceritakan bahwa para Dewa tersebut dilahirkan. Bethara Guru atau pimpinan para Dewa adalah anak Sang Hyang Tunggal Pada mulanya, Sang Hyang Tunggal menciptakan 3 orang dewa dari sebutir telur. Batara Ismaya berasal dari putih telur, Batara Antaga berasal dari kuning telur dan Batara Manikmaya berasal dari kulit telur.
Dulu, antara Manikmaya, Ismaya dan Antaga berkelahi memperebutkan penguasaan atas dunia. Ketiganya menginginkan kekuasaan mutlak atas dunia dan kehidupan manusia. Akibat keserakahannya Ismaya dan Antaga berubah menjadi jelek rupa, sementara Manikmaya yang lebih sabar sekalipun memiliki kesaktian jauh dibawah Ismaya justru mendapat kehormatan kekuasaan sehingga dinobatkan menjadi Sang Hyang Bethara Guru.
Bathara Guru akhirnya memiliki keturunan dari buah perkawinannya dengan Dewi Uma, seorang bidadari kahyangan. Dari keturunan tersebut, Bathara Guru menurunkan dewa-dewa penguasa jagat semesta, yaitu :
-
Batara Indra, yaitu dewa penguasa dunia dan alam
- Batara Bayu, yaitu dewa penguasa angin
- Batara Brahma, yaitu dewa penguasa api dan gunung berapi
- Batara Agni, yaitu dewa penguasa nyala api
- Batara Wisnu, yaitu dewa kebijaksanaan
- Batara Yamadipati, yaitu dewa penguasa alam roh
- Batara Kala, yaitu dewa berujud raksasa penguasa matahari
- Batara Bayu, yaitu dewa penguasa angin
- Batara Brahma, yaitu dewa penguasa api dan gunung berapi
- Batara Agni, yaitu dewa penguasa nyala api
- Batara Wisnu, yaitu dewa kebijaksanaan
- Batara Yamadipati, yaitu dewa penguasa alam roh
- Batara Kala, yaitu dewa berujud raksasa penguasa matahari
Trimurti adalah tiga kekuatan Brahman (Sang Hyang Widhi) (sebutan Tuhan dalam agama Hindu) dalam menciptakan, memelihara, melebur alam beserta isinya Trimurti terdiri dari tiga, yaitu :
* Dewa Brahma
Fungsi: Pencipta / Utpathi
Sakti: Dewi Saraswati yang merupakan dewi ilmu pengetahuan
Senjata: Gada
Simbol: A
Warna: Merah
* Dewa Wisnu
Fungsi: Pemelihara / Sthiti
Sakti: Dewi Sri atau Dewi Laksmi
Senjata: Cakra
Simbol: U
Warna: Hitam
* Dewa Siwa
Fungsi: Pelebur / Pralina
Sakti: Dewi Durga, Uma, dan Parwati
Simbol: M
Warna: Manca Warna
Apabila simbol dari ketiga dewa tesebut digabungkan, maka akan menjadi AUM yang dibaca “OM” ( ? ) yang merupakan simbol suci agama Hindu.
Legenda NYI LORO KIDUL
Nyi Roro Kidul merupakan dewi dari dongeng Jawa terkenal sebagai Ratu Pantai Selatan, (Pelabuhan Ratu). Suatu ketika pada masa Prabu Siliwangi memerintah di Kerajaan Pajajaran, ia memiliki seorang permaisuri cantik dan sejumlah 7 selir. Suatu ketika sang permaisuri melahirkan anak perempuan cantik pula, bahkan melebihi kecantikan ibundanya. Ia dinamai Putri Lara Kadita yang berarti Putri Nan Cantik Jelita.
Kebaikan hati dan kecantikan Putri Kadita menimbulkan rasa iri para selir yang takut tersisih dari hadapan Prabu Siliwangi.Mereka bersekongkol menghancurkan kehidupan Putri Lara Kadita dan ibunya. Keduanya diguna-guna hingga menderita sakit kulit yang parah di sekujur tubuhnya. Di bawah pengaruh guna-guna para selir, Prabu Siliwangi pun mengusir keduanya dari keraton karena dikhawatirkan mereka akan mendatangkan malapetaka bagi kerajaan.
Dalam kondisi ini, Putri Lara Kadita dan ibunya pergi tanpa tujuan. Diceritakan, sang permaisuri tewas dalam pengembaraan, sedangkan Putri Lara Kadita terus berjalan menuju selatan sampai akhirnya tiba di sebuah bukit terjal di Pantai Karanghawu. Karena amat kelelahan, Putri Lara Kadita istirahat kemudian tertidur pulas. Dalam tidur ia bermimpi bertemu dengan “orang suci” yang memberi nasihat agar sang putri menyucikan diri dengan terjun ke laut untuk mendapatkan kesembuhan, mengembalikan kecantikannya, sekaligus memperoleh kekuatan gaib untuk membalaspenderitaan yang dia alami.
Ketika terbangun, tanpa ragu Putri Lara Kadita melompat dari tebing curam ke tengah gulungan ombak, dan tenggelam ke dasar Laut Selatan. Mimpinya pun menjadi kenyataan. Selain sembuh dan kembali cantik, ia juga beroleh kekuatan gaib serta keabadian. Namun, sang putri harus tetap tinggal di Laut Selatan.Sejak itu ia disebut sebagai Nyi Loro Kidul (yang artinya loro = derita, kidul = selatan), atau sang Ratu Penguasa Laut Selatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar