Hallo apa kabar para pengunjung ochiemrokhim.blogspot.com ???. pasti semua nya baik2 saja. Kali ini saya akan membagi artikel menarik mengenai kota sihir. Pasti kalian menyangka bahwa ini hanya cerita dongeng atau fiktif belaka. Atau yang saat ini lagi ngetrend yaitu film "Harry Potter" dengan cerita dan tema mengenai ilmu dan kota sihir. Berikut saya kasih artikel nya.
Kata siapa kalau kota sihir
hanya ada di Hogsmeade? Ternyata
kota sihir tak hanya ada di Novel Harry Potter karangan penulis JK Rowling. Kota Sihir memang benar-benar ada,
Letaknya di Amerika serikat atau lebih tepatnya di Negara bagian
Massachusetts. Kota ini secara resmi telah ditetapkan sebagai kota sihir
oleh Michael Dukakis, gubernur Massachusetts pada masa itu.
Kota ini ditetapkan sebagai kota sihir
karna di Kota ini, pernah terjadi suatu peristiwa yang sangat
mengerikan (pastinya ada hubunganya dengan sihir). Yaitu peristiwa The
Salem Witch Trials , yaitu peristiwa dimana lebih dari 150 penduduk kota
ini ditangkap, diadili, dan dihukum hanya karna dianggap mempraktekan ilmu sihir.
Kota Salem
ini berdiri pada tahun tahun 1629. Pada tahun 1641 hukum Inggris mulai
diterapkan di kota ini (pada masa itu, Amerika serikat masih terdiri
dari koloni-koloni Inggris) Dan salah satu hukum yang ditetapkan di kota ini adalah bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan praktek sihir
merupakan
pelanggaran berat. Tahun 1688, Martha Goodwin, seorang remaja penduduk
lokal disana bertengkar dengan seorang tukang cuci bernama Goode Glover
yang memicu kemunculan ilmu sihir ini.Martha kemudian mendapat penyakit
aneh, disusul kemudian saudara lelaki dan kedua adik perempuannya
mengalami hal serupa. Glover kemudian ditangkap karna dianggap telah
mempraktekan ilmu sihir kepada keluarga Goodwin
Kemudian
seorang pendeta bernama Cotton Mather menemui Glover unt! uk
membujukGlover agar segera mengakui perbuatanya, karna jika tidak, maka
ia akan dijatuhi hukuman gantung oleh pengadilan setempat. Tapi muka
Glover malah menjadi seram dan menakutkan, kemudian
pada tahun baru 1692, Abigail Williams (11 tahun) dan Elizabeth Parris
(9 tahun) menderita penyakit yang sama dengan anak-anak keluarga Goodwin
empat tahun lalu. Selang kemudian seorang gadis bernama Ann Putnam Jr.
dan beberapa gadis lain pun mengalami hal serupa. Pada pertengahan bulan
Februari 1692, seorang dokter menganggap apa yang dialami oleh penduduk
Salem itu adalah akibat dari ilmu sihir.
Tituba, seorang budak wanita
diidentifikasi sebagai orang aneh karena dia pernah memberi makan
anjingnya sepotong kue buatannya yang diberi nama kue sihir beberapa
hari sebelumnya.! Beberapa penduduk lain menuduh Sarah Good dan Sarah
Osborne sebagai penyihir. John Hathorne dan Jonathan Corwin dari
kepolisian setempat memeriksa Tituba, Sarah Good dan Sarah Osborne atas
tuduhan itu. Tituba mengaku bahwa praktek sihirnya didapat dari Goode Glover dan
Sarah Osborne.
Kemudian
ada tiga orang bernama Mercy Lewis, Mary Walcott dan Mary Warren
mengaku tertular penyakit aneh dari Ann Putnam Jr. Ann menuduh Martha
Cory adalah seorang penyihir, begitu pula Abigail Williams
menuduh Rebecca Nurse. Deputi Samuel Brabrook juga menangkap Dorcas Good
yang kemudian diperiksa oleh kedua polisi Hathrone dan Corwin, mereka
juga menangkap Rebecca Nurse.
Selanjutnya Elizabeth Proctor dan Sarah Cloyce (adik dari Rebecca Nurse) dituduh sebagai penyihir
, setelah Sarah Cloyce membela habis-habisan kakaknya dan mengatakan bahwa kakaknya itu bukan penyihir.
Hal yang sama terjadi pada John (suami dari Elizabeth Proctor) sewaktu
dia membela istrinya dan menjadikan dia lelaki pertama yang tertuduh
sebagai penyihir. Aksi tuduh menuduh inipun semakin
berkembang dan membuat banyak orang ditangkap (baik lelaki maupun
perempuan) dan dimasukan ke penjara.
Tanggal 27 Mei 1692, keadaan kota Salem semakin memanas. Pengadilan pun digelar. Bridget Bishop adalah wanita pertama yang diadili karena Elizabeth Booth (perempuan yang menuduhnya penyihir) terbukti mendapat g! ejala penyakit aneh tersebut, Bridget Bishop-pun
dihukum gantung. Selanjutnya Rebecca Nurse, Susannah Martin, Elizabeth
Howe, Sarah Good dan Sarah Wildes diadili dan mereka pun digantung di
Gallows Hill. Kemudian George Jacobs Sr., Martha Carrier, George
Burroughs, John Willard, John and Elizabeth Proctor diumumkan bersalah
dan mereka pun juga digantung, kecuali Elizabeth Proctor karena dia
sedang mengandung. Disusul Martha Corey, Mary Easty, Alice Parker, Ann
Pudeator, Dorcas Hoar dan Mary Bradbury. Tuduhan penyihir pun bertambah dengar hadirnya Giles Cory.
17 September 1692, Margaret Scott, Wilmott Redd, Samuel Wardwell, Mary Parker, Abigail Faulkner, Rebecca Earnes, Mary Lacy, Ann Foster
dan Abigail Hobbs diadili dan dijatuhi hukuman gantung. Apa yang
dialami Giles Cory lebih sadis dan mengerikan, lelaki itu ditindih
dengan batu besar sampai mati karena dia menolak untuk mengakui
kesalahannya dan itu memakan waktu dua hari hingga dia tewas. Beberapa
hari kemudian Martha Cory, Margaret Scott, Mary Easty, Alice Parker, Ann
Pudeator, Willmott Redd, Samuel Wardwell dan Mary Parker dihukum
gantung.
Tanggal 3 Oktober 1692, Pendeta
Increase Mather, presiden dari Harvard College (ayah dari Pendeta Cotton
Mather) mengumumkan cara penggunaan bukti-bukti sihir di pengadilan.
Tetapi Gubernur Phipps mengatakan bahwa bukti-bukti itu tidak berlaku
pada pengadilan ilmu sihir. Pada musim gugur, Gubernur Phipps
membebaskan beberapa tersangka yang tidak cukup bukti. Hakim Stoughton
mendapat perintah dari Gubernur untuk melanjutkan proses pengadilan ilmu sihir dan
menghukum gantung para! wanita walaupun mereka sedang hamil,
dikarenakan itulah Hakim Stoughton mundur dari jabatannya sebagai Hakim kota.
Akhirnya, 49 dari 52 orang tersangka dibebaskan termasuk Tituba
yang kemudian dijual kepada tuannya yang baru. Pada musim panas
Gubernur Phipps memohon maaf kepada seluruh tersangka yang masih tersisa
di dalam penjara. Hingga tahun 1697 Pengadilan kota mengakui kesalahan
telah memenjarakan dan menghukum mati banyak orang tanpa bukti yang
jelas dan menentukan hari puasa dan soul-searching atas tragedi di kota
Salem itu. Mereka pun mendeklarasikan bahwa tahun 1692 sebagai tahun
tanpa hukum.
Kini, Kota salem kemudian menjadi sebuah kota wisata yang sarat akan nilai supranatural. Peristiwa The Salem Witch Trials
sampai sekarang masih dikenang dan pengunjung kota Salem! masih bisa
melihat. Seperti di The Witch House, rumah milik ! Hakim Jo nathan
Corwin, salah satu hakim dalam peristiwa Salem Witchcraft Trials. Bangunan ini sekarang milik Departemen Taman dan Rekreasi kota Salem
dan
dijadikan tujuan wisata lengkap dengan program tur keliling, wisata
sejarah, dan wisata arsitektur. Selain itu, turis juga bisa mengunjungi
The Salem Witch Museum.
Di museum ini pengunjung benar-benar seperti dibawa kembali ke
peristiwa mengerikan tersebut. Di museum itu ada pertunjukan drama
teater, narasi dan dialog serta cuplikan persidangan peristiwa itu. Ada
juga tur keliling menyaksikan sel-sel penjara buatan lengkap dengan
patung-patung terpidana yang mirip manusia asli.
Sekarang di kota ini memang banyak penduduk kota Salem yang memang seorang penyihir, atau lebih cocok disebut sebagai paranormal. tapi walau begitu, jangan harap anda bisa menemukan penyihir yang berpenampilan seperti Harry Potter disini kecuali pada malam Hallowen.
Sumber : www.eksplorasi-dunia.blogspot.com